Situs Netizen No.1 di Indonesia

Wall St melonjak, kenaikan prospek peritel hapus ketakutan atas Fed

New York (ANTARA) – Wall Street naik tajam pada pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah prospek perolehan laba perusahaan ritel yang optimis dan memudarnya kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang terlalu agresif oleh Federal Reserve menempatkan investor dalam aksi beli.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 516,91 poin atau 1,61 persen, menjadi menetap di 32.637,19 poin. Indeks S&P 500 bertambah 79,11 poin atau 1,99 persen, menjadi berakhir di 4.057,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 305,91 poin atau 2,68 persen, menjadi ditutup di 11.740,65 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing terdongkrak 4,78 persen dan 2,45 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor real estate tergelincir 0,1 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.

Ketiga indeks saham utama AS membukukan kenaikan yang solid, dengan saham konsumen non-primer yang sensitif secara ekonomi dan saham microchip mengalahkan pasar yang lebih luas.

Nasdaq yang sarat teknologi melonjak paling tinggi – mencatat kenaikan 2,7 persen didukung oleh keuntungan di Apple Inc, Tesla Inc dan Amazon.com Inc.

Pada basis mingguan, indeks S&P 500, Nasdaq dan Dow berada di jalur untuk menghentikan penurunan beruntun terpanjang mereka dalam beberapa dekade, di mana S&P anjlok 14,1 persen dan membawanya dalam jarak yang sangat dekat untuk dikonfirmasi sebagai pasar bearish.

Pada level saat ini, ketiga indeks siap untuk mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Maret.

“Dengan laba kuartal pertama yang pada dasarnya berakhir dan masuk lebih baik dari yang diharapkan, dikombinasikan dengan The Fed yang menunjukkan bahwa mereka akan menjadi paling depan memuat kebijakan pengetatan suku bunga dan menyiratkan itu mungkin berhenti nanti di musim gugur, semua itu telah memberi investor alasan untuk merasa optimis,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York.

Panduan optimis dari pengecer tampaknya mengimbangi peringatan keras dari rekan-rekan mereka dalam beberapa pekan terakhir.

Operator department store Macy’s Inc melonjak 19,3 persen setelah menaikkan perkiraan laba tahunannya.

Rantai diskon Dollar General Corp dan Dollar Tree masing-masing melambung 13,7 persen dan 21,9 persen, menyusul kenaikan perkiraan penjualan tahunan mereka, menunjukkan konsumen berbelanja barang-barang yang lebih murah di tengah inflasi yang tinggi selama beberapa dekade.

Risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbaru Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menenangkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS dapat berubah lebih hawkish, kekhawatiran yang telah dimasukkan ke dalam volatilitas pasar dalam beberapa pekan terakhir.

“Jika The Fed terlalu agresif, mereka akan menghentikan inflasi tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi,” kata Stovall. “Sepertinya di musim dingin Anda ingin menginjak rem, bukan membantingnya, untuk mempertahankan kendali dan menghindari berputar keluar.”

Data ekonomi yang dirilis pada Kamis (26/5/2022), termasuk klaim pengangguran, penjualan rumah yang tertunda dan PDB, membawa kabar baik yang dibungkus dengan buruk, menunjukkan ekonomi menunjukkan cukup kelembutan untuk mendorong poros dovish dari Fed pada musim gugur.

Saham Twitter Inc melonjak 6,4 persen di tengah berita bahwa perusahaan media sosial itu menuntut miliarder Elon Musk karena menunda keterbukaan sahamnya di perusahaan tersebut.

Volume transski di bursa AS mencapai 11,43 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,22 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.