Situs Netizen No.1 di Indonesia
Berita  

Tuai Pro-Kontra Usai Ditunjuk Jokowi Urusi Minyak Goreng, Menko Luhut: Saya Bukan Menteri Segala Macam

Suara.com – Sudah bukan rahasia lagi, Presiden Joko Widodo kerap menunjuk salah satu menterinya untuk mengurusi berbagai permasalahan dalam negeri.

Sosok itu tak lain adalah Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang baru-baru ini dipilih untuk mengurusi perkara minyak goreng.

Penunjukan Luhut oleh Jokowi ini jelas menjadi sorotan publik, apalagi karena minyak goreng bukan tugas tambahan pertama yang harus dikomandoi oleh sang menko.

Minyak goreng curah di los Pasar Beringharjo. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)
Minyak goreng curah di los Pasar Beringharjo. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Penunjukan Luhut juga menyebabkannya mendapat beragam julukan lagi dari warganet, termasuk di antaranya “menteri segala macam”. Pasalnya hampir semua bidang pekerjaan diserahkan Jokowi kepada Luhut.

Baca Juga: Polemik Penunjukan Luhut Urusi Minyak Goreng, Partai Ramai-ramai Kritik

Beragam tugas tambahan hingga julukan baru ini belakangan ditanggapi oleh Luhut sendiri. Hal ini ia sampaikan ketika menjadi salah satu pengisi dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) tahun 2022.

Dipantau Suara.com di kanal YouTube TNI Angkatan Laut, terlihat Luhut menjadi salah satu narasumber yang menyampaikan pengalamannya selama di militer yang kemudian berdampak besar pada pekerjaannya kini di pemerintahan.

Awalnya Luhut menyinggung perihal pentingnya data sebelum mengomentari sebuah masalah. Ia lantas menampilkan data dampak konflik Rusia dan Ukraina yang membawa dampak global, yang tentu juga ikut dirasakan oleh Indonesia.

Salah satu solusinya adalah food estate. “Presiden sudah memerintahkan kami, food estate harus dibuat. Nah food estate itu, saya titip kepada perwira, kita harus bekerja secara terintegrasi,” tutur Luhut, dikutip pada Kamis (26/5/2022).

Luhut kemudian menyoroti lemahnya aspek integrasi kerja di Indonesia. “Dia pikir kalau dia menteri dia bisa selesaikan itu masalah. Kalau sendiri tidak akan jadi,” tegasnya.

Baca Juga: Luhut Turun Gunung Urus Minyak Goreng, Pengamat: Masalah Ini Makin Serius

Ia lalu membandingkan dengan pengalamannya ketika di Kopassus, termasuk saat melakukan reorganisasi. Menurut Luhut diperlukan spesialisasi bidang sebelum diintegrasikan demi memudahkan penyelesaian semua tugas yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.