Situs Netizen No.1 di Indonesia

Proses Nabi Isa Diangkat ke Langit dalam Al-Qur’an

BincangSyariah.Com– Membincangkan Nabi Isa As, pasti kita akan menemui banyak kejadian yang di luar nalarMulai dari kelahirannya yang tanpa seorang ayah, bisa menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit lepra, membuat burung yang bernyawa dari tanah liat, dan mukjizatnya yang lainnya. Nah berikut penjelasan mengenai proses Nabi Isa diangkat ke langit dalam Al-Qur’an.

Demikian beliau hidup, karena saking banyaknya kejadian yang diluar kebiasaan, terjadilah musibah. Yakni beliau dituhankan oleh kaumnya, padahal beliau hanyalah seorang utusan. 

Pada artikel ini, akan dijelaskan mengenai peristiwa diangkatnya Nabi Isa As ke langit. Allah swt berfirman dalam surat al-Nisa ayat 157-158:

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (158) 

Yang artinya: dan (Kami hukum juga mereka kaum Yahudi) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. 

Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya (157). 

Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana (158).
Tafsir Proses Nabi Isa Diangkat ke Langit

Syekh Ahmad Al-Shawi Al-maliki ketika menafsiri ayat ini dalam Hasyiyah-nya terhadap tafsir Jalalain, beliau mengatakan bahwasanya ada suatu kelompok dari Yahudi mencela dan memaki Nabi Isa dan Ibunya (Sayyidah Maryam). 

Kemudian Nabi Isa As mengadu kepada Allah Azza Wa Jalla, Syahdan Allah menyihir mereka (kaum yahudi yang mencaci maki Nabi Isa dan Ibunya) menjadi Kera dan Babi. Mengetahui peristiwa ini, para kaum yahudi berencana untuk membunuhnya. Hanya saja, ada murid nabi Isa yang berkhianat. 

Ia menunjukkan tempat di mana Nabi Isa As berada, syahdan mereka langsung menuju tempat yang disebutkan. Ternyata Nabi Isa As tidak ada, Allah menyelamatkannya dengan mengangkatnya ke langit yang ketiga. Ketika mereka keluar, ternyata ada Nabi Isa As. Syahdan mereka menyiksanya, namun ternyata ia bukanlah nabi Isa As. 

Ia adalah muridnya Nabi Isa tadi, yang menginformasikan tempat di mana ia berada. Ia diserupakan dengan fisiknya Nabi Isa As, sehingga kaum Yahudi menganggap bahwasanya ia adalah nabi Isa. (Hasyiyah Al-Shawi Ala Al-jalalain, Dar Al-Mukhtar, Surabaya. Juz 1 halaman 271) 

Ini adalah pengetahuan yang umum diketahui oleh khalayak. Namun Ibnu Katsir dalam tafsirnya itu menyampaikan suatu keterangan yang mungkin agak terasa asing di teilnga kita. Beliau mengatakan bahwasanya alasan kenapa Nabi Isa As hendak disalib adalah karena kedengkiannya orang Yahudi kepada beliau. Sebab nabi Isa mempunyai mukjizat yang sangat ajib dan beliau adalah seorang Nabi. 

Kaum Yahudi selalu berusaha untuk menyakiti Nabi Isa dan Ibunya, hingga keduanya ini selalu melancong untuk menghindari gangguannya mereka. Hingga pada puncaknya, Orang yahudi itu mengadu ke penguasa Damaskus, yang mana ia merupakan penyembah bintang.

Mereka berkata kepada Raja “Sesungguhnya di daerah Baitul Maqdis (tempat Nabi Isa) ada seseorang yang menyesatkan manusia dan menghasud rakyatnya agar tidak percaya pada rajanya”. 

Mendengar ini, sang raja langsung mengirim surat ke perwakilannya yang ada di daerah baitul Maqdis, mereka diperintah untuk menyalib Nabi Isa dan menancapkan duri di kepalanya. Ketika surat ini diterima, syahdan perwakilan raja beserta pasukannya dan kaum yahudi menemui Nabi Isa di rumahnya. Ternyata di sana ada umatnya yang berjumlah 12 atau 13, bahkan ada yang mengatakan 17. 

Kejadian ini terjadi di hari Jum’at setelah ashar, ketika Nabi Isa As mengetahui rencana tersebut, beliau langsung berkata kepada para umatnya “Siapakah diantara kalian yang wajahnya digantikan seperti wajahku, lalu dia akan dibunuh menggantikan aku, dan dia akan menemaniku di surga kelak. 

Lalu berdirilah seorang pemuda yang paling muda usianya, “Saya.” “Duduk.” Kata Isa. Nabi Isa mengulang lagi tawarannya, dan pemuda itu angkat tangan dan menyatakan “Saya.” Nabi Isa tetap menyuruhnya untuk duduk. Hingga berlangsung sampai 3 kali. 

Di yang ketiga, pemuda ini angkat tangan, “Saya.” Lalu Isa mengatakan, “Baik, kamu orangnya.” Lalu dia diserupakan dengan Isa dan Isa diangkat melalui lubang angin yang ada di atap, menuju langit.

Kemudian datanglah orang yahudi yang mencarinya, mereka langsung menangkap manusia yang mirip itu, dan langsung membunuhnya, lalu mensalibnya. Sanadnya keterangan ini shahih, dan bersambung sampai Ibnu Abbas. 

Sementara itu, Ibnu Jarir berpendapat bahwa yang diserupakan dengan Nabi Isa adalah semua orang hawariyin muridnya Isa. Ketika orang Yahudi yang mengepung rumah itu menangkap mereka, Yahudi itu kebingungan dan mengatakan, ‘Kalian telah menyihir kami. 

Tunjukkan mana Isa, atau kami bunuh kalian semua.’ Kemudian salah satu diantara mereka ada yang maju, karena teringat janji Isa bahwa dia akan mendapatkan surga bersama Isa. Lalu Yahudi itu membunuh orang tadi dan menyalibnya. Namun kata Ibnu Katsir mengomentari riwayat kedua ini, Konteksnya sangat aneh. (Tafsir Ibnu Katsir, (II/397-398)

Mengenai kondisi umatnya Nabi Isa pasca kejadian ini, Ibnu Katsir menjelaskan: “Umatnya Nabi isa itu kufur sebanyak 12 kali. Sehingga mereka menjadi 3 kelompok besar. Sebagian berpandangan bahwasanya Nabi Isa As adalah tuhan dan ia naik ke langit. Kelompok ini disebut dengan Ya’qubiyyah. 

Kemudian ada juga kelompok yang disebut dengan Al-Nasturiyyah, yang mana mereka berpandangan bahwasanya Nabi Isa As adalah anaknya Allah (tuhan), dan dalam konteks kejadian diangkatnya Nabi Isa ke langit, mereka menganggap Nabi Isa itu diangkat oleh Allah. 

Sedangkan kelompok yang ketiga adalah kaum muslimin, yang mana mereka menganggap bahwasanya Nabi Isa adalah hambanya Allah dan Rasulnya, dan dalam konteks diangkatnya ia, mereka beranggapan bahwa Nabi Isa diangkat oleh Allah. (Ibnu Katsir, Qasas al-Anbiya’  2/452)

Jadi ada perbedaan pendapat mengenai alasan kenapa Nabi Isa As hendak dibunuh atau disalib dan siapa yang diserupakan dengan Nabi Isa, sebagian menganggap ia orang berkhianat dan sebagian lain menganggap orang ini baik dan bahkan mendapatkan jaminan masuk surga. 

Lalu di manakah peristiwa ini terjadi? Dijelaskan bahwasanya tempat kejadian diangkatnya Nabi Isa As ke langit itu di gunung Tur Zita (daerah Palestina), pada waktu itu Allah mengirimkan angin yang membawanya ke langit. (Tafsir Ibnu Hatim  4/1112)

Sedangkan menurut riwayat yang berasal dari Al-Dhahhak yang ia mendengar Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi Isa ke langit itu dengan menaiki awan yang mendekatinya. (Ibnu Katsir, Qasas al-Anbiya’ jilid 2/458)

Namun, terjadi perbedaan pendapat mengenai kapan diangkatnya beliau, menurut Hasan Al-Bashri umurnya Nabi Isa As di peristiwa tersebut adalah 34 tahun, namun menurut Said bin Musayyib umurnya itu 33 tahun. (Syamsuddin Al-Sakhawi, Al-Ajwibah Al-Mardiyyah II/850) 

Demikianlah penjelasan mengenai proses  Nabi Isa diangkat ke langit, beserta berbagai fakta yang berkaitan dengannya. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat. (Baca: Malaikat Jibril Ajarkan Doa Ini pada Nabi Isa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.