Situs Netizen No.1 di Indonesia

Perlukah Anak-anak Menggunakan Mouthwash?

Menyikat gigi adalah salah satu perawatan sederhana harian untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Agar pembersihan menjadi lebih maksimal, penggunaan obat kumur bisa menjadi perawatan tambahan setelah menyikat gigi.

Namun, bagaimana dengan anak-anak? Apakah anak-anak juga memerlukan produk tambahan seperti mouthwash untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut?

Risiko Penggunaan Mouthwash untuk Anak

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu tahu bahwa  mouthwash (obat kumur) adalah larutan yang mengandung fluoride. Bahan ini berfungsi untuk mencegah gigi berlubang.

Larutan yang memiliki rasa segar ini juga berguna untuk membersihkan sela gigi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi. Dan, secara garis besar, ada dua jenis obat kumur, yaitu obat kumur untuk pengobatan (terapeutik) dan obat kumur kosmetik.

Artikel lainnya: Cara Pakai Mouthwash yang Benar dan Aman

Obat kumur kosmetik umumnya bisa dibeli bebas. Jenis ini berfungsi mengontrol atau mengurangi bau mulut dan meninggalkan rasa segar di mulut. Namun, mouthwash kosmetik tak mengurangi risiko gigi berlubang atau penyakit gusi.

Sementara, obat kumur terapeutik memiliki bahan aktif yang membunuh bakteri dan dapat membantu mengurangi plak, radang gusi, gigi berlubang dan bau mulut.

Obat kumur ini mengandung fluoride yang membantu mencegah atau mengurangi kerusakan gigi sehingga memerlukan resep dokter saat membelinya. 

Lantas, adakah risiko bila bahan-bahan tersebut digunakan oleh anak-anak? Obat kumur memang dapat meningkatkan kesehatan rongga mulut dan mencegah timbulnya masalah pada gigi. 

Namun, terdapat risiko yang akan dihadapi terkait penggunaan mouthwash untuk anak yang perlu diwaspadai.

Artikel lainnya: Benarkah Mouthwash Bisa Sebabkan Kanker Mulut?

Menurut American Dental Association, obat kumur sebenarnya tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 6 tahun. Bahkan, setelah mereka berusia 6 tahun, penggunaan mouthwash untuk anak harus diawasi oleh orang dewasa hingga menginjak usia 12 tahun.

Obat kumur yang digunakan sejak dini berisiko pada munculnya fluorosis. Fluorosis adalah kondisi permukaan gigi tampak seperti bercak berwarna putih akibat asupan fluoride yang berlebih. Kondisi ini akan memengaruhi penampilan senyum si kecil.

Selain itu, sebelum usia 6 tahun, refleks menelan mungkin belum berkembang dengan baik pada anak-anak.

Mereka bisa saja menelan obat kumur yang dapat membahayakan kesehatan sehingga memicu efek samping. Misalnya, mual, muntah, dan keracunan karena kandungan alkohol yang ada di dalamnya. 

Artikel lainnya: Sering Pakai Mouthwash Picu Radang Tenggorokan?

Perhatikan Ini Sebelum Anak Menggunakan Mouthwash

Perlu diketahui, penggunaan obat kumur bukanlah perawatan pengganti untuk menyikat gigi, melainkan perawatan tambahan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Untuk anak yang sudah berusia di atas enam tahun, penggunaannya tetap harus dalam pengawasan orang tua.

Penting bagi orang tua untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis anak (Sp. KGA). Dokter gigi akan merekomendasikan obat kumur yang sesuai dengan kondisi gigi si kecil.

Selain itu, dalam penggunaan obat kumur untuk anak ini, orang tua harus memperhatikan instruksi yang diberikan oleh dokter gigi. 

Instruksi penggunaan mouthwash tersebut akan berbeda, tergantung dari kadar fluoride yang ada di dalamnya. Pastikan Anda membaca aturan pakai, peringatan, dan usia yang dianjurkan.

Kegiatan menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride sebenarnya sudah cukup untuk memberikan perlindungan pada gigi dan mulut anak. Jika Anda tetap ingin memberikan mouthwash pada anak, berkonsultasilah dulu dengan dokter gigi.

Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan gigi dan mulut si kecil dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Di sana Anda juga bisa konsultasi dokter online dengan lebih praktis untuk menanyakan seputar kesehatan gigi anak. 

(HNS/JKT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.