Situs Netizen No.1 di Indonesia

Perilaku Ibu Tentukan Kesehatan Gigi Anak

Sampai saat ini, kita harus menyadari kalau kesadaran tentang kesehatan gigi, terutama kesehatan gigi anak, masih sangat rendah. Hal ini bisa disebabkan banyak faktor, salah satunya kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan gigi anak.

Informasi kesehatan gigi anak memang sudah lebih mudah diakses. Namun, pengetahuan saja tidak cukup. Hal ini perlu didukung dengan kepedulian dan tindakan, khususnya dari sang ibu.

Bagaimana perilaku ibu menentukan kesehatan gigi anak? Mari simak bersama ulasan berikut!

Artikel lainnya: Perkembangan Gigi dan Mulut Anak

Bagaimana Perilaku Ibu Pengaruhi Kesehatan Gigi Anak?

Orang tua, terutama ibu, punya peran paling besar untuk menjaga kesehatan gigi anak. Menurut jurnal Asuhan Ibu dan Anak, semakin aktif peranan orangtua dalam membimbing anak untuk melakukan kebiasaan baik seperti menggosok gigi, maka risiko karies gigi pada anak bisa dikurangi. 

Dalam penelitian, dinyatakan kalau salah satu penyebab karies gigi pada anak adalah kurangnya pengawasan orangtua saat anak menggosok gigi. 

Sebaiknya, orangtua mengajarkan dan mengawasi tindakan personal hygiene gosok gigi sebelum tidur malam ataupun setelah bangun tidur, walaupun biasanya anak akan menolaknya karena merasa sudah bisa melakukannya sendiri.

Hal itu penting diperhatikan. Karena, orangtua adalah sosok yang paling dekat dengan anak. Peran orangtua dalam kesehatan gigi anak dapat menjadi motivasi bagi si kecil, sehingga bisa mendukung keberhasilan kesehatan giginya. 

Hal tersebut juga dapat mencegah anak dari penyakit gigi, contohnya karies gigi. Masalah ini paling sering terjadi, baik pada gigi dewasa maupun anak-anak. 

Karies gigi banyak muncul ketika anak baru tumbuh gigi dan saat ia belum bisa menyikat gigi dengan sempurna. Risiko kemunculannya lebih tinggi ketika gigi yang baru berhadapan dengan lingkungan mulut. 

Artikel lainnya: Gigi Anak Copot karena Terbentur, Apa yang Harus Dilakukan? 

Karies gigi pada anak (early childhood caries) dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, antara lain: 

  • Karies Botol 

Biasanya dapat dilihat di bagian gigi depan di rahang atas berwarna kecokelatan. Lebih parahnya, bagian mahkota giginya tinggal sedikit, bahkan cuma tersisa akar gigi. Umumnya keempat gigi depan rahang bawah bebas karies.  

Jenis karies ini berkaitan dengan konsumsi susu atau minuman manis lainnya di botol susu dalam jangka panjang, terutama bagi Anda yang sering memberikan susu kepada anak menjelang tidur malam.  Tanpa disadari, botol susu belum diangkat, padahal anak sudah tak mengonsumsinya karena tertidur. 

  • Karies Rampan 

Terjadi sangat cepat bila dibandingkan jenis karies lainnya. Penyebarannya bisa mengenai beberapa gigi susu maupun gigi dewasa sekaligus. 

Karies rampan biasanya menyebabkan kavitas berwarna putih sampai kekuningan dan menyebabkan rasa nyeri bahkan pembengkakan. Anak menjadi sulit mengunyah dan membuatnya mengemut makanan. 

Karies ini sering terjadi pada anak usia 4 tahun, ketika ia masih rentan terhadap asam dan belum tahu cara membersihkan gigi sendiri. 

Artikel lainnya: Gigi Bayi Tidak Rata, Ini Penyebab dan Cara Atasinya 

Penyakit gigi lainnya akibat kesehatan gigi anak buruk yaitu: 

  • Radang Gusi (Gingivitis) 

Masalah ini terjadi akibat kurangnya pembersihan gigi dan mulut, terutama untuk anak dengan susunan gigi yang tidak rapi. 

Sisa makanan yang tidak tersikat lama-lama akan menumpuk membentuk karang gigi. Penumpukan karang gigi biasanya mulai terletak pada garis gusi, yaitu perbatasan antara gigi dan gusi. 

Karang gigi menyebabkan peredaran darah di sekitar gusi menjadi tidak lancar, sehingga terjadilah peradangan gusi. Gejala radang gusi adalah gusi tampak kemerahan, bengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi. 

  • Infeksi Gigi 

Penyebab Infeksi gigi pada anak bisa berasal dari gusi atau dari dalam pulpa gigi. 

Infeksi dari gusi biasanya terjadi akibat tersangkutnya sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak dilakukan perawatan. Akibatnya, banyak sisa makanan masuk dan terjebak di dalam lubang gigi, lalu menyebabkan infeksi pada gusi. 

Sementara, infeksi gigi yang berasal dari dalam pulpa (saraf) gigi disebabkan oleh gigi berlubang yang tidak dilakukan perawatan. Akhirnya, lubang gigi yang awalnya merusak lapisan email gigi menembus lapisan dentin dan masuk ke kamar saraf. 

Jika pulpa gigi sudah terinfeksi, maka akan timbul keluhan seperti sakit spontan berdenyut yang mengganggu tidur malam. 

Supaya anak terhindar dari berbagai penyakit gigi, orangtua terutama ibu harus memiliki pengetahuan, kemauan, dan tidak menyepelekan penyakit gigi anak. 

Perilaku ibu harus menunjukkan dan menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan gigi anak sedini mungkin.

Artikel lainnya: Jenis Cedera Gigi yang Rentan Dialami Bayi

Jaga Kesehatan Gigi Anak, Ibu Harus Perhatikan Ini

Apa yang bisa ibu lakukan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan gigi anak? Ini dia beberapa caranya:

  • Bantu dan Ajari Si Kecil Saat Sikat Gigi 

Bila ibu membersihkan gigi bersama anak, ia bisa lebih termotivasi dan meniru perilaku ibunya. 

Ibu juga bisa memperhatikan apakah teknik sikat gigi si kecil sudah tepat. Jika Anda merasa ada bagian yang masih kurang tersikat, jangan ragu untuk mengulangi menyikat giginya lagi. 

Usahakan anak tidak gosok gigi sendirian atau cuma ditemani pengasuhnya. Dampingi sampai anak berusia 7 tahun.

  • Gunakan Pasta Gigi Anak

Pilih pasta gigi dengan warna dan rasa menarik yang formulanya sudah dibuat agar aman jika tertelan. 

Meski begitu, pasta gigi mengandung fluor lebih baik diberikan usai anak berumur 3 tahun, ketika ia sudah bisa berkumur.

  • Awasi Jajanan Anak 

Permen, cokelat, atau kudapan manis lain memang boleh diberikan. Hanya saja, tetap ingatkan untuk menyikat gigi sebelum tidur.

  • Lihat dan Periksa Gigi Anak 

Bila perilaku ini sering diterapkan, anak akan lebih terbiasa saat diperiksa oleh dokter gigi. Kalau ada masalah di rongga mulutnya, dokter bisa menemukan dan mengatasinya secepat mungkin.

Artikel lainnya: Pengaruh Susu Bisa Bikin Gigi Anak Rusak, Ini Faktanya!

  • Periksakan Gigi Anak Setiap Enam Bulan Sekali 

Kunjungan ke dokter gigi sangat penting bagi anak, apalagi bila ditemukan adanya masalah, misalnya gigi berlubang. 

Sayangnya, banyak orangtua menganggap bahwa gigi susu tidak perlu ditambal. Mereka merasa, toh, nantinya gigi susu akan tergantikan dengan gigi tetap. 

Faktanya, gigi susu berlubang yang diabaikan bisa mengakibatkan sejumlah masalah. Oleh karena itu, gigi susu berlubang harus tetap ditambal. Karena, gigi susu menjadi panduan arah tumbuhnya benih gigi tetap di bawahnya. 

Jika gigi susu rusak dan tanggal sebelum waktunya, maka bisa menyebabkan gigi tetap di bawahnya tumbuh miring ke arah yang salah.

Sungguh besar, kan, peran orangtua terutama ibu dalam menentukan kondisi kesehatan gigi anak? Yuk, lebih aktif dalam membimbing dan mengawasi anak-anak dalam menjaga kebersihan gigi. 

Kalau Anda ingin tanya lebih lanjut seputar perawatan gigi anak, konsultasi dokter gigi di Live Chat yang lebih cepat dan mudah. Tips merawat gigi anak lainnya bisa didapatkan lebih lengkap di aplikasi KlikDokter!

(FR/JKT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.