Situs Netizen No.1 di Indonesia

Mengenal Pengobatan Ablasi Ginjal dan Manfaatnya

Berikut jenis prosedur ablasi ginjal berdasarkan penyebabnya:

1. Ablasi untuk Kanker Ginjal

Sering kali, pengobatan pertama untuk kanker ginjal adalah operasi. Tujuannya adalah untuk mengangkat tumor. Meski begitu, tidak semua penderita kanker bisa menjalani operasi, lho.

Pasalnya, operasi umumnya tidak disarankan untuk penderita kanker ginjal parah atau berisiko tinggi mengalami komplikasi. Sebagai alternatif, ablasi ginjal bisa menjadi pilihan.

Pilihan ablasi untuk kanker ginjal meliputi:

  • Ablasi frekuensi radio (RFA)
  • Ablasi gelombang mikro (MVA)
  • Cyroablasi

Pasien akan menerima anastesi lokal atau umum sebelum prosedur untuk mengurangi rasa sakit. Dokter kemudian menggunakan USG atau CT scan untuk mengarahkan jarum panjang dan tipis ke arah tumor secara langung.

Dokter kemudian akan menggunakan gelombang radio, energi gelombang mikro, atau gas dingin untuk membunuh sel kanker.

2. Ablasi Ginjal untuk Hipertensi

Terdapat kasus hipertensi, di mana penyakit tidak merespons gaya hidup sehat dan konsumsi obat-obatan pasien. Kondisi tersebut disebut sebagai hipertensi resisten.

Pada penderita hipertensi resisten, dokter mungkin akan merekomendasikan ablasi ginjal sebagai pilihan pengobatan.

Ablasi ginjal untuk hipertensi menggunakan prosedur yang disebut denervasi ginjal (RDN).

“Ablasi ginjal untuk hipertensi dilakukan dengan merusak suatu saraf yang ada di pembuluh darah ginjal. Tidak adanya impuls saraf tersebut dapat menurunkan tekanan darah,” jelas dr. Atika.

RDN biasanya merupakan prosedur rawat jalan. Pasien akan diberikan anestesi lokal, dan kateter akan dimasukkan ke dalam arteri femoralis di paha.

3. Ablasi untuk Batu Ginjal

Menurut dr. Atika, ablasi untuk batu ginjal dapat dilakukan dengan tindakan yang disebut ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy).

“Prosedur ini menggunakan gelombang untuk menghancurkan batu ginjal hingga menjadi partikel kecil agar bisa dikeluarkan lewat saluran kencing,” ucap dr. Atika.

Prosedur SWL biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam. Pengobatan ini termasuk prosedur rawat jalan. Pasien akan diberikan anestesi lokal, anestesi umum, atau bius sebelum prosedur dimulai.

Selama prosedur, pasien akan diminta berbaring di meja operasi. Lalu, bantal berisi air akan diletakkan di perut atau belakang ginjal. Sekitar 1000‒2000 gelombang kejut kemudian akan diterapkan pada bagian batu ginjal untuk menghancurkannya.

Seperti itulah beberapa prosedur ablasi ginjal yang penting diketahui. Untuk mengetahui prosedur yang paling tepat dan sesuai, Anda mesti berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukannya.

Apabila memiliki pertanyaan seputar kesehatan ginjal atau bagian tubuh lain, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter melalui Live Chat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Referensi:

Healthline. Diakses 2022. Understanding a Kidney (Renal) Ablation.

American Cancer Society. Diakses 2022. Ablation and Other Local Therapy for Kidney Cancer.

National Kidney Foundation. Diakses 2022. Kidney Stone Treatment: Shock Wave Lithotripsy.

Cardiovascular and Interventional Radiological Society of Europe. Diakses 2022. Renal denervation.

Ditinjau oleh dr. Atika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.