Situs Netizen No.1 di Indonesia

Mengenal Pemeriksaan Albumin dan Prosedurnya

Albumin adalah protein di dalam plasma darah. Protein ini diproduksi oleh organ hati. Fungsi albumin adalah membantu mengangkut vitamin, enzim, hormon, dan zat penting lainnya untuk dikirimkan ke seluruh tubuh. 

Protein tersebut juga berperan mempertahankan cairan di dalam pembuluh darah, supaya tidak merembes ke luar dan mengontaminasi jaringan tubuh lainnya.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, kadar albumin di dalam tubuh tidak boleh kurang ataupun berlebih. Kadar albumin yang tidak normal bisa menandakan masalah kesehatan.

Karena itu, penting mengetahui jumlah albumin di dalam darah melalui pemeriksaan albumin. Yuk, baca terus ulasan berikut.

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Tes Darah yang Perlu Diketahui

Kapan Tes Albumin Dilakukan?

Disampaikan dr. Atika, tes albumin dilakukan utamanya ketika dokter mencurigai adanya gangguan hati ataupun ginjal.

“Misalnya, ketika Anda memiliki gejala gangguan liver seperti kulit dan bagian putih mata menguning, atau Anda mengalami gejala penyakit ginjal seperti pembengkakan di perut dan kaki,” paparnya. 

Dokter Atika menambahkan, pemeriksaan kadar albumin juga dilakukan ketika Anda dicurigai mengalami kekurangan nutrisi, yang contohnya ditandai dengan penurunan berat badan mendadak.

Tes albumin juga perlu dilakukan ketika muncul kecurigaan adanya infeksi atau peradangan di dalam tubuh.

Metode Pemeriksaan Albumin

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan kadar albumin, mulai dari persiapan hingga selesai:

1. Sebelum Prosedur

Sebelum tes kadar albumin, penting untuk memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang Anda gunakan. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat memengaruhi kadar albumin. Obat-obatan yang dimaksud misalnya insulin, hormon pertumbuhan, dan steroid anabolik. 

Jika Anda hanya menjalani pemeriksaan albumin, dokter tidak akan meminta Anda berpuasa. 

Namun, bila menjalani tes darah selain cek albumin, dokter akan meminta Anda berpuasa sebelum pemeriksaan. Puasa dilakukan dengan tidak makan dan hanya diperbolehkan minum air putih selama dua belas jam atau lebih sebelum prosedur.

2. Cek Albumin

Metode pemeriksaan albumin dilakukan seperti halnya prosedur pengecekan darah umumnya. Petugas medis akan mengambil darah dari pembuluh darah vena yang berada dekat dengan permukaan kulit.

Sering kali darah diambil di lipatan siku. Prosedur pengambilan darah untuk cek albumin biasanya tidak makan waktu lama, hanya butuh beberapa menit. Berikut tahapannya:

  • Membersihkan Area Kulit 

Pertama, petugas medis akan membersihkan area kulit di lokasi pengambilan darah. Kulit dibersihkan menggunakan larutan antiseptik.

  • Mengikat Tali Elastis

Petugas medis melilitkan tali elastis di tangan Anda. Tepatnya, pada bagian atas lokasi pengambilan darah. Tali elastis dililitkan untuk membendung aliran darah di area tersebut.

  • Mengambil Darah

Darah akan disedot dengan memasukkan jarum melalui pembuluh vena. Ketika jarum dimasukkan dan dilepas, mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Tes kadar albumin tergolong minim risiko, kok. Kemungkinan Anda mengalami memar, nyeri, dan perdarahan ringan di area bekas suntikan jarum. Gejala ini biasanya hilang setelah 1-2 hari.

Darah yang sudah diambil dimasukkan ke tabung kecil. Area kulit yang terluka akibat tusukan jarum ditutup menggunakan perban.

  • Pemeriksaan Sampel Darah di Laboratorium

Sampel darah yang sudah diambil akan diteliti lebih lanjut di laboratorium. Darah akan dicampurkan dengan serum khusus, lalu diperiksa kadar albuminnya.

Artikel Lainnya: Alasan Pentingnya Puasa Sebelum Cek Darah

3. Setelah Prosedur

Setelah tes albumin dilakukan, Anda hanya perlu menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium. Hasil akan menunjukkan kadar albumin di dalam tubuh. 

Menurut Cleveland Clinic, AS, kadar albumin normal di dalam darah orang dewasa berkisar antara 3,5-5,5 gram per desiliter (g/dL).

Jika kadar albumin lebih rendah dari kisaran normal, tandanya Anda mengalami hipoalbuminemia. Kondisi hipoalbuminemia bisa menandakan gangguan kesehatan berikut:

  • Infeksi
  • Peradangan akibat sepsis, pembedahan, atau kondisi lain
  • Radang usus
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Penyakit tiroid
  • Kekurangan nutrisi

Jika kadar albumin lebih tinggi dari kisaran normal, berarti Anda mengalami hiperalbuminemia. Kondisi ini bisa menjadi pertanda dehidrasi atau diare parah.

Itu dia serba-serbi prosedur pemeriksaan albumin. Kalau mau tahu lebih lanjut tentang tes ini, tanya dokter via konsultasi dokter online gratis. 

Informasi seputar pemeriksaan kesehatan tersedia lebih lengkap di aplikasi KlikDokter, download sekarang!

(FR/NM)

Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses 2022. Albumin Blood Test.

Ditinjau oleh dr. Atika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.