Situs Netizen No.1 di Indonesia

Mendag: Kolaborasi Amerika Latin-Asia Pasifik jadi kunci pemulihan

Untuk pulih bersama, kedua kawasan, yaitu Amerika Latin dan Asia Pasifik, perlu berkolaborasi mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan….

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan, kolaborasi kawasan Amerika Latin dengan Asia Pasifik menjadi kunci untuk pulih bersama dari gejolak global yang terjadi saat ini.

“Untuk pulih bersama, kedua kawasan, yaitu Amerika Latin dan Asia Pasifik, perlu berkolaborasi mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah harus memimpin pemulihan ini,” kata Mendag lewat keterangannya diterima di Jakarta, Kamis.

Kolaborasi kedua kawasan tersebut diyakini dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Airlangga sampaikan dukungan untuk transisi energi di forum WEF

Hal itu disampaikan Mendag pada pertemuan Working Breakfast: Expanding Horizons for Economic Partnership between Latin America and Asia-Pacific di sela Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Ekonomi Brasil Paulo Guedes; Founder and Director, Growth Lab, Harvard university, Ricardo Hausmann; Menteri Transportasi Singapura, S. Iswaran; serta Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani. Pertemuan ini dimoderatori oleh Secretary General of UNCTAD, Rebecca Grynspan.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik pada 2022 akan lebih rendah dari 2021.

Perekonomian Amerika Latin dan Kepulauan Caribia diperkirakan tumbuh 2,5 persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,8 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kawasan Asia Pasifik diperkirakan sebesar 4,9 persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,5 persen.

Baca juga: Indonesia bahas keamanan siber di WEF

Mendag menjelaskan, Indonesia secara konsisten mengadvokasi perdagangan yang terbuka dan adil untuk pemulihan ekonomi melalui persetujuan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) atau Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA).

FTA dan CEPA membuka jalan bagi negara-negara di dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan yang lebih baik.

Mendag Lutfi juga mengungkapkan, Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan kawasan Amerika Latin.

Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan barang (trade in goods agreement) yang komprehensif dengan Chile yang sedang dalam proses penyempurnaan kerja sama perdagangan jasa. Indonesia juga tengah menegosiasikan persetujuan perdagangan dengan MERCOSUR.

Indonesia juga sedang menjajaki persetujuan perdagangan bilateral dengan Peru.

Baca juga: Mendag: Perdagangan komoditas dunia perlu ditata ulang

Di kawasan Asia Pasifik, lanjut Mendag, Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan bilateral dan regional dengan negara-negara ASEAN, Jepang, Tiongkok, Korea, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru.

Indonesia juga sedang dalam proses peningkatan EPA dengan Jepang, meratifikasi Regional Comprehensive Economic Parternship (RCEP) dan CEPA dengan Korea, serta menjajaki persetujuan perdagangan dengan Fiji dan Papua Nugini.

“Kolaborasi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik perlu dilakukan untuk memfasilitasi perdagangan yang terbuka dan adil dalam mendukung pemulihan ekonomi yang lebih kuat,” pungkas Mendag Lutfi menekankan kembali pernyataannya.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.