Situs Netizen No.1 di Indonesia

Manfaat Seledri untuk Pengidap Diabetes

 Seledri alias Apium graveolens adalah sayuran yang sering dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap makanan. Namun, siapa sangka sayuran ini ternyata memiliki kandungan nutrisi yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh. 

Salah satu manfaat seledri adalah untuk membantu mengontrol penyakit diabetes. Khasiat tersebut diperoleh dari batang seledri.

Batang seledri kaya akan serat dan antioksidan, tetapi mengandung kalori, karbohidrat, dan indeks glikemik yang rendah. Kandungan gizi ini penting bagi diabetesi (penderita diabetes) yang sedang mengontrol penyakit metaboliknya. Mengapa?

Yuk, cari tahu alasannya lewat ulasan soal manfaat seledri untuk diabetes berikut.

Artikel Lainnya: Ini Daftar Makanan yang Pantang Dikonsumsi Penyandang Diabetes

1. Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Diabetesi tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan. Pasalnya, gangguan metabolik menyebabkan penderita diabetes mudah mengalami lonjakan kadar gula darah (glukosa).

Hal ini karena tubuh diabetesi tidak mampu memproduksi ataupun merespons hormon insulin sebagaimana mestinya. Insulin adalah hormon yang diperlukan sel tubuh untuk membantu menyerap dan mengubah glukosa menjadi energi. Ketika insulin tidak diproduksi ataupun direspons secara normal, peningkatan gula darah pun terjadi.

Agar gula darah tetap stabil, pengidap diabetes perlu mengonsumsi asupan dengan indeks glikemik (GI) rendah. Menurut Kemenkes RI, indeks glikemik adalah indikator kecepatan unsur karbohidrat suatu bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. 

Disampaikan dr. Dyah Novita Anggraini, seledri merupakan sayuran berindeks glikemik rendah. “Artinya, seledri bisa membantu menjaga kestabilan gula darah di dalam tubuh,” paparnya.

Makanan berindeks glikemik rendah memiliki rentang GI antara 0-55. Indeks glikemik seledri sendiri adalah 15. Seledri juga mengandung karbohidrat dalam jumlah kecil. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, di dalam 100 gram seledri, atau setara dua batang seledri, terkandung 4,6 gram karbohidrat.

Minimnya jumlah karbohidrat dan rendahnya indeks glikemik seledri menyebabkan batang tanaman ini aman dikonsumsi diabetesi. Ini karena ketika dimakan, batang seledri tidak memicu kenaikan gula darah.

Manfaat batang seledri dalam membantu mengontrol gula darah juga berasal dari kandungan serat di dalamnya. Masih mengutip Data Komposisi Pangan Indonesia, di dalam dua batang seledri terkandung 2 gram serat.

Tingginya serat dalam batang seledri bermanfaat memperlambat proses pencernaan, menunda penyerapan gula darah, serta membantu menstabilkan kadar gula darah diabetesi.

Artikel Lainnya: Bolehkah Penderita Diabetes Makan Santan?

2. Membantu Menurunkan Berat Badan

Obesitas dan diabetes merupakan dua penyakit yang berkaitan erat. Menurut Diabetes UK, obesitas diyakini meningkatkan risiko terjangkit diabetes tipe 2 sebesar 80-85 persen. 

Hal ini terjadi karena lemak perut berlebih menyebabkan sel-sel lemak melepaskan bahan kimia pemicu peradangan. Akibatnya, terjadilah resistensi insulin alias berkurangnya kemampuan sel tubuh merespons insulin.  

Karenanya, semakin parah obesitas, semakin sulit pula penyakit diabetes dikontrol. Untuk itu, penderita obesitas harus mau menurunkan berat badan.   

Penurunan berat badan bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi batang seledri. Hal ini karena batang seledri mengandung sedikit kalori, tetapi kaya akan serat.

Menurut Food and Drug Administration, Amerika Serikat, dua batang seledri berukuran sedang mengandung sekitar 15 kalori dan 2 gram serat.

Rendahnya jumlah kalori seledri tidak berimbas pada penambahan lemak tubuh ketika dikonsumsi. Sementara itu, tingginya jumlah serat seledri bermanfaat menahan lapar.

Sebuah studi yang dimuat jurnal Annals of Internal Medicine, mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan kaya serat, seperti seledri, berguna membantu menurunkan berat badan.

3. Bantu Mengatasi Peradangan pada Diabetesi

Batang seledri mengandung senyawa antioksidan bernama fitonutrien. Antioksidan ini berperan melawan peradangan akibat stres oksidatif, yaitu kondisi ketidakseimbangan kadar radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh.

Stres oksidatif merusak sel dan jaringan, sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan dalam jangka panjang dapat memperburuk penyakit diabetes.

Fitonutrien dalam batang seledri diduga dapat membantu meminimalkan peradangan tersebut. Selain itu, menurut riset yang diterbitkan jurnal Planta Medica, khasiat batang seledri dalam mengurangi peradangan juga berasal dari senyawa luteolin di dalamnya.

Luteolin diduga dapat menghambat produksi COX-2, yaitu enzim pemicu peradangan.

Untuk memperoleh efek positif tersebut, seledri bisa dikonsumsi lengkap, yaitu batang beserta daunnya. Kandungan antioksidan utuh diperoleh dengan mengonsumsi seledri segar yang sudah dicuci. 

Cara mengolah daun dan batang seledri untuk diabetes dapat pula dilakukan dengan mengukus ataupun merebus sayuran selama 10 menit, lalu dimakan. 

Sebuah penelitian yang dirilis melalui jurnal Lebensmittel-Wissenschaft & Technologie (LWT) – Food and Science Technology, menemukan bahwa kandungan antioksidan seledri yang dikukus dapat bertahan sekitar 83-99 persen. Sementara, antioksidan seledri dapat menghilang sekitar 38-41 persen ketika direbus.

Selain itu, manfaat daun dan batang seledri untuk penderita diabetes bisa diperoleh juga dengan mengolahnya sebagai jus. Disarankan, diabetesi mengonsumsi satu gelas jus seledri berbobot 16 ons. Jus seledri diminum setiap pagi, selama sepekan penuh. 

Memang cukup banyak manfaat mengonsumsi seledri untuk pengidap diabetes. Namun, seperti herba lainnya, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan seledri sebagai terapi tambahan pengobatan diabetes.

Jika ingin tanya lebih lanjut seputar diabetes, konsultasi ke dokter via Live Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan terkini di aplikasi KlikDokter.

(PUT/NM) 

Referensi:

Healthline. Diakses 2022. Hydrate with Antioxidants: Drink One Cup of Celery Juice a Day.

Livestrong. Diakses 2022. The Effects of Celery on Blood Sugar Levels.

Data Komposisi Pangan Indonesia. Diakses 2022. Seledri.

Glycemic Index. Diakses 2022. Celery.

Kemenkes RI. Diakses 2022. Pola Makan Rendah Glikemik, Apakah Itu?

Live Science. Diakses 2022. Celery: Health benefits & nutrition facts.

Diabetes UK. Diakses 2022. Diabetes and Obesity

Ditinjau oleh dr. Dyah Novita Anggraini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.