Situs Netizen No.1 di Indonesia
Berita  

Kenali Gejala Hepatitis Akut Sejak Dini

Terlamat mengenali gejala hepatitis akut bisa menyebabkan perburukan kondisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyakit hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya bisa menimbulkan dampak serius bagi penderitanya. Anak-anak yang terpapar penyakit ini bisa harus menjalani transplantasi hati. Oleh karena itu, kenali gejalanya sejak dini supaya tidak terlambat ditangani.

Dokter Spesialis Anak Bagus Setyoboedi meminta semua pihak harus waspada. “Makanya bagaimana deteksi dini supaya kalau terjadi sesuatu bisa segera diketahui,” ujarnya, Kamis (26/5/2022).

Ia menyebutkan, gejala hepatitis akut di antaranya panas yang tidak terlalu tinggi, gangguan di perut, mual, sebah, nyeri perut, kadang muntah, diare, nyeri di badan. Kemudian, jika penderita menunjukkan anggota tubuh seperti mata ada yang berwarna kuning maka dianjurkan segera konsultasi ke dokter.

Untuk penegakan diagnosa, dia melanjutkan, dilakukan tes di laboratorium. Ia menambahkan, gejala hepatitis akut misterius umumnya sama seperti hepatitis yang lain seperti yang disebutkan oleh organisasi kesehatan dunia PBB (WHO) yaitu panas, mual, sebah, muntah, hingga warna kuning di bagian mata. Kemudian, dia melanjutkan, kesadaran penderita menurun, terjadi gangguan pada pembekuan darah dan kalau terus berlanjut bisa berdampak ke semua organ tubuh. Akhirnya anak yang menderita hepatitis akut butuh perawatan intensif.

Lebih lanjut ia mengatakan, umumnya kasus hepatitis akut pada anak-anak bersifat ringan, bahkan sebagian besar tanpa gejala. Tetapi dalam perkembangannya ternyata ada yang mengalami gejala berat.

“Kalau berat atau fulminan maka berujung jelek bisa dilakukan transplantasi hati dan kalau tidak dilakukan, angka kematiannya besar sekali. Ini yang membuat para ahli khawatir, kalau tidak diketahui penyebabnya, bagaimana bisa mencegahnya, bagaimana tahu cara penularannya,” katanya.

Sebenarnya ia mengungkap hepatitis bukan hal baru. Penyakit ini sudah lama ada dan penyebabnya macam-macam, bisa infeksi virus, bakteri, imunologi, atau autoimun. Kemudian, ada beberapa jenis hepatitis yang dikenal yaitu A, B, C, D, E, G yang disebabkan hipertrofi virus. Ada juga virus lain yang berpengaruh pada liver, misalnya varicella zoster virus.

“Sedangkan hepatitis akut sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Karena belum diketahui penyebabnya, maka tentu tidak diketahui vaksinnya,” ujarnya.

Padahal, ia mengungkap di dunia kini ada sekitar 600 kasus hepatitis akut yang tersebar 31 negara, termasuk Indonesia 20-an kasus meski ada yang probable. Sementara itu penyebaran kasusnya bukan klaster melainkan terpecah-pecah di tempat yang berjauhan. Namun, 10 persen dari total kasus hepatitis akut jadi berat dan harus ditransplantasi.

“Ini yang jadi masalah, apa penyebabnya. Ini menjadi perhatian dunia internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mengetahui penyakit ini sebenarnya harus didiagnosa dengan semua kemungkinan kasus dikumpulkan baru kemudian bisa diketahu9 penyebabnya. Namun, dia melanjutkan, upaya ini tidak mudah dan murah. Ia menambahkan, jika di luar negeri mungkin bisa dilakukan karena memiliki sumber daya yang cukup mumpuni.

“Itupun mereka belum bisa mendeklarasikan penyebab hepatitis akut, makanya disebut misterius. Kasus hepatitis misterius ini tidak ketahuan agentnya, jadi susah melacaknya,” katanya.

Untuk mencegah penyakit ini, ia menyebutkan secara umum meminta masyarakat lakukan beberapa langkah yaitu perilaku bersih hidup dan sehat (PHBS) seperti hindari kontak saluran cerna, pastikan makanan bersih sebelum disajikan, air minum dijaga kebersihannya dan dimasak terlebih dahulu. Tak hanya itu, Bagus meminta tetap lakukan protokol kesehatan dan hindari kontak erat karena belum diketahui penyebab penularannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.