Situs Netizen No.1 di Indonesia
Berita  

Ingatlah Nasihat Umar bin Abdul Aziz ini

Umar bin Abdul Aziz menyampaikan khutbah terakhirnya di Khansirah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Umar bin Abdul Aziz  merupakan pemimpin yang mampu menjalankan agamanya, menunaikan amanahnya, serta menyampaikan nasihat kepada rakyatnya. Umar bin Abdul Aziz, seorang keturunan dari khalifah kedua, yakni Umar bin Khattab — menjalankan pemerintahannya dengan hikmah.

Dia menegakkan keadilan yang menjadi fondasi kerajaan. Penegakan keadilan itu jika berlangsung lama, akan membangun. Sementara itu, kezaliman akan menghancurkan. Pada pemerintahannya, seorang bijak mengatakan, serigala berada di dekat domba tanpa menyakiti domba tersebut. Ketika serigala memakan domba itu, orang-orang berkata, Berarti Amirul Mukminin sudah meninggal.

Pernah pada satu ketika, Umar bin Abdul Aziz menghentikan budaya memberi upeti yang dilakukan masyarakat kepada pejabat sebelumnya.

Dalam salah satu pesan yang disampaikan dari atas mimbar, Umar berkata, “Demi Allah, seharusnya mereka tak memberikan upeti itu, dan kami sebagai pejabat tak boleh menerimanya. Dan, ketika jabatan ini berada di tanganku maka aku hanya mempunyai Allah yang memperhitungkan seluruh tindakanku. Ketahuilah aku telah mengembalikan semua pemberian itu. Hal itu aku mulai dari diriku dan keluargaku. bacalah Muzahim! (nama seorang hamba sahayanya).”

Muzahim sebelumnya membawa sebuah tas yang di dalamnya terdapat beberapa buku catatan upeti itu. Dia pun membaca buku catatan tersebut. Umar lantas mengambil buku itu. Ia mengguntingnya dari atas mimbar. Begitu pula buku upeti lain nya. Prosesi ini berlangsung hingga azan Zhuhur berkumandang.

Umar juga dikenal tidak suka dengan pengawalan yang berlebihan. Saat Umar menguburkan jenazah Sulaiman bin Abdul Malik, dia mendengar suara bumi bergetar. Umar pun bertanya, “Apa ini? Ada yang menjawab, Ini adalah suara datangnya armada kendaraan kekhalifahan, wahai Amirul Mukminin, yang didatangkan ke sini agar Anda menaikinya.”

Mendengar itu, Umar berkata, “Apa perluku terhadap kendaraan itu. Singkirkan kendaraan itu dan berikan kudaku. Umar pun mendapatkan kudanya yang segera dikendarai. Setelah itu, datang petugas yang mengawalnya di samping kanan dan kirinya. Mereka dilengkapi pakaian dinas dan senjata lengkap.” Melihat itu, Umar berkata, “Menyingkirlah kalian dari ku. Apa perluku terhadap penjagaan kali an? para pengawal Umar lantas menyingkir.

Abi Abdil Malik, salah seorang anggota pengawal kekhalifahan pada masa Umar bin Abdul Aziz bercerita kisah Umar kepada Syaib bin Syaibah. Pada hari raya Id, Umar datang dengan mengenakan imamah — peci yang dilekatkan dengan serban di kepala — dan pakaian dari katun. Melihat kedatangan Umar, pasukan pengawal menyambutnya dan menyampaikan salam kepadanya. Mendapati itu, Umar kemudian berkata kepada mereka jika tindakan mereka tak tepat…. “Kalian sekelompok sementara aku sendiri. Maka, salam itu seharusnya akulah yang mengucapkan dan kalian yang menjawab. Umar pun mengucap salam dan dijawab oleh pasukannya.”

Umar kemudian didekatkan hewan tunggangan, tapi ditolaknya. Dia memilih berjalan kaki. Para pengawal lantas ikut berjalan kaki bersamanya hingga Umar sampai ke mimbar untuk menyampaikan khutbah.

Di atas mimbar, dia berkata, “Aku ingin orang kaya berkumpul kemudian memberikan sebagian hartanya kepada orang- orang fakir dari mereka sehingga kita mempunyai harta yang sama. Dan, aku men jadi orang pertama yang melakukan itu.”

Umar pun dikenal kerap menyampaikan nasihat kepada kaum Muslimin. Dia mengingatkan kepada umat jika semua manusia akan mati. Kita pun akan dibangkit kan dan mengalami penghisaban akan amal perbuatan.

Tak heran, di dalam khutbahnya yang lain, Umar berwasiat dunia ini bukanlah tem pat yang kekal. Namun, ia telah ditetap kan oleh Allah untuk fana. Para penghuninya pun akan meninggalkannya. Berapa banyak bangunan yang megah dan kokoh kemudian hancur lebur? Berapa banyak orang yang hidup tak lama di dunia kemudian meninggalkannya? Oleh karena itu, Umar berpesan agar kita memperbaiki diri sebelum meninggalkan dunia dengan segala kemampuan kita.

Umar bin Abdul Aziz menyampaikan khutbah terakhirnya di Khansirah. Amirul Mukminin menyampaikan, khutbah yang tak pernah diucapkan lagi hingga ia wafat. Setelah bertahmid dan menyampaikan puji-pujian kepada Allah SWT, Umar berkata,

“Wahai manusia… Kalian tidak diciptakan tidak untuk kesia-siaan dan tak dibiarkan sia-sia. Karena, kalian akan menghadapi hari pembangkitan yang padanya Allah SWT akan menghukumkan perkara antara kalian. Maka, rugilah bagi orang yang keluar dari kasih sayang Allah yang kasih sayang-Nya meliputi segala hal, dan tak mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

Dan, ketahuilah bahwa keamanan pada hari esok di akhirat adalah bagi orang yang takut kepada Rabb-nya. Yang menjual dunia yang sedikit untuk mendapatkan dunia yang banyak. Dan, menukar dunia yang fana dengan akhirat yang kekal. Apakah kalian tak melihat bahwa kalian semua akan binasa dan kalian akan digantikan oleh orang lain, seperti itulah hingga kalian kembali menghadap Allah SWT.

Sementara, “kalian setiap hari pergi ke sana-kemari, yang pada akhirnya kembali kepada Allah SWT. Menemui ajalnya dan selanjutnya dikubur dalam perut bumi.”Wallahu A’lam 

sumber : Dialog Jumat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.