Situs Netizen No.1 di Indonesia
Berita  

Indonesia ‘Jual’ Proyek IKN di Swiss

Jakarta, CNBC Indonesia – Proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) baru menjadi salah satu yang ditawarkan pemerintah ketika berada di Davos, Swiss dalam agenda world economic forum (WEF) 2022.

“IKN adalah salah satu yang kita bicarakan, dan kita sudah bicarakan dengan investor,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.


Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menjelaskan bahwa proses pemindahan IKN telah berjalan dan akan dilakukan secara bertahap sampai dengan tahun 2045 mendatang. Dalam pembangunan IKN ini, pemerintah mengembangkan konsep Smart City, yang mencakup transportasi, pengolahan limbah, energi, fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit, dan lain sebagainya.

“Kami punya jargon, we are not thinking inside the box or outside the box. But, we are thinking without a box,” ujar Bambang.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata memaparkan bahwa pengembangan IKN akan sejalan dengan upaya pemerintah untuk bisa menciptakan nilai tambah pada setiap sumber daya alam demi meningkatkan produktivitas industri.

“Selain akan menjadi super hub logistik dan ekonomi, IKN juga dirancang sebagai Forest City yang pembangunannya berjalan harmonis dengan alam,” ungkap Rudy.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan konsep Nusantara Economic Super Hub dengan 6 (enam) kluster ekonomi di IKN, antara lain industri teknologi bersih, farmasi terpadu, agroindustri berkelanjutan, eco- tourism yang inklusif, industri kimia maju dan turunannya, serta energi rendah karbon. Selain itu, didukung juga dengan 2 (dua) kluster katalis, yaitu smart city dan hub industri serta edukasi berbasis keterampilan yang akan mendukung proyek IKN berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia ke depannya.

“Dengan adanya IKN yang baru ini, kita berusaha untuk mencapai pertumbuhan inklusif yang lebih besar, pertumbuhan yang lebih tinggi secara merata. Kita akan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang tidak tersentralisasi di pulau Jawa, sehingga mampu mendorong dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia bagian timur,” ujar Amalia.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Investasi di Kaltim Menanjak di 2021, Efek IKN?


(mij/mij)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.