Situs Netizen No.1 di Indonesia

Film KKN Desa Penari; Begini Penjelasan Buya Syakur tentang Ruh Orang yang Meninggal Karena Santet atau Sihir

BincangMuslimah.ComFilm KKN di Desa Penari yang akhirnya tayang pada 30 April 2022 menarik banyak penonton. Terhitung sejak tayang pertama kali, penonton sudah menembus ke angka 7 juta. Film yang sempat tertunda hampir dua tahun akhirnya tayang dan berhasil menggaet rasa penasaran masyarakat Indonesia.

Kisah ini bermula dari utas Twitter yang viral tahun 2019. Kemudian ditulis dalam sebuah buku dan juga laris terjual. Dalam film tersebut, sebagian kisahnya adalah tentang teror sosok jin Badarawuhi kepada beberapa tokoh yang tergabung dalam kelompok KKN. Akhir cerita, dua di antaranya meninggal akibat gangguan jin tersebut usai mereka pulang ke rumah masing-masing.

Fenomena tentang gangguan jin kepada manusia atau penculikan ruh sebenarnya sudah lama santer dan diyakini oleh masyarakat. Mitos tentang pesugihan dan penumbalan manusia yang kemudian ruhnya dijadikan budak oleh jin diyakini oleh sebagian masyarakat Indonesia. Bahkan, setelah jasadnya mati, masyarakat meyakini bahwa ruh mereka ditahan oleh jin dan berada di alam ghaib bersama mereka, bahkan diperbudak.

Benarkah hal tersebut sebanding lurus dengan ajaran Islam?

Mengutip dari penjelasan Buya Syakur Yasin dalam kanal Youtubenya yang membukanya dengan membacakan surat as-Syu’ara ayat 79-81 yang berbunyi,

 وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ (79) وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (80) وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ (81)

Artinya: dan Yang memberi makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,; dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

Ada banyak jalan menuju kematian. Apapun penyebab kematian manusia, sejatinya Yang mematikan adalah Allah.

Adapun yang dinyatakan belum mati adalah para syuhada, orang-orang yang wafat karena berjihad di jalan Allah berdasarkan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 169,

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ

Artinya: Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.

Ayat ini turun untuk orang-orang yang wafat karena terbunuh saat berperang, berjihad di jalan Allah. (Baca juga: Film Animasi Nussa dan Rara; Sejarah, Kontroversi Hingga Dukungan Publik).

Penjelasan atau makna “diberi rezeki” ini adalah kehadiran ruh mereka yang hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh orang-orang shalih, orang-orang yang dipilih dan dikaruniai oleh Allah. Mereka hadir untuk memberi isyarat kepada orang-orang yang masih hidup.

Maka urusan ruh yang sejatinya adalah urusan Allah semata dan berada dalam kekuasaan-Nya tidak mungkin berada dalam kendali jin setelah wafat. Urusan ruh itu kembali kepada Allah, bukan berpindah ke alam lain bersama jin apalagi sampai diperbudak.

Adapun kisah dalam film KKN di Desa Penari tersebut terlepas dari kebenaran ceritanya atau tidak tetap bisa diambil pelajarannya. Sejatinya, kita memang hidup berdampingan dengan jin sebagaimana makhluk Allah lainnya. Untuk itulah, kita harus tetap menjaga perilaku dan terus meminta perlindungan kepada Allah semata.

Tulisan ini telah diterbitkan di BincangMuslimah.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.