Situs Netizen No.1 di Indonesia

Bolehkah Merebus Air Mineral?

Untuk urusan air minum, banyak orang yang mengandalkan air mineral dalam kemasan seperti botol atau galon. 

Air mineral kemasan umumnya sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta diuji sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Dengan mengantongi dua izin tersebut, air minum aman dan layak dikonsumsi dan bisa dikatakan bebas dari kuman atau bahan kimia tertentu.

Lalu, jika air mineral kemasan tersebut sudah memenuhi standar BPOM dan SNI, apakah tetap perlu direbus? Dari segi kesehatan, bolehkah air galon direbus? Simak penjelasan berikut mengenai aturan merebus air mineral

Artikel lainnya: Manfaat Minum Air Mineral bagi Kesehatan Tubuh

Air Mineral yang Telah Memenuhi Standar Tak Perlu Direbus

Merebus air umumnya dilakukan sebagian penduduk yang mendapatkan air dari sumber bebas seperti air keran dan air sumur. Tujuannya adalah untuk membunuh mikroorganisme atau kuman yang mungkin ada dalam air.

Namun, pada umumnya, air mineral yang sudah diproduksi dan prosesnya memenuhi standar tidak perlu direbus lagi. Jadi, air mineral dalam kemasan bisa Anda konsumsi langsung.

Perlu diketahui juga bahwa khusus untuk air yang diminum, kualitasnya harus memenuhi syarat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 dan telah lulus uji BPOM. Berikut ini syarat-syaratnya: 

  • Syarat Fisik

Syarat fisik artinya kondisi air yang bisa terlihat atau dirasakan oleh pancaindra. Air yang layak konsumsi haruslah bening, tidak berbau, serta tidak berasa atau tawar.

Selain itu, air yang sehat memiliki suhu ruang, yakni antara 10-25 derajat Celsius.

Ada atau tidaknya kandungan beracun di dalam air juga dapat tampak dari ciri fisiknya. Air yang mengandung logam berat akan memiliki bau menyengat dan berwarna.

Artikel lainnya: Mengenal Jenis-jenis Air Minum Kemasan

  • Syarat Kimiawi

Air minum yang sehat harus masih mengandung mineral-mineral penting, antara lain seng, zat besi, dan klorida. Juga tidak boleh mengandung logam berat beracun, seperti merkuri, kadmium, arsen, dan kromium. 

Di samping itu, air yang layak konsumsi harus memiliki pH yang netral, yakni sekitar 7 dan mengandung cukup yodium.

  • Syarat Mikrobiologi

Air minum tentu harus bebas dari segala macam kuman penyebab penyakit. Terutama bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp.

Kedua bakteri tersebut dikenal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Contohnya sakit perut dan diare.

Artikel lainnya: Perlukah Air Minum Mengandung Mineral?

Adakah Bahaya Merebus Air Mineral?

Secara umum, air mineral yang sudah dikemas dan diproduksi dengan mengantongi izin dari BPOM dan SNI dapat dikonsumsi langsung. 

Namun, jika Anda tetap ingin merebus air mineral tersebut, tak ada dampak negatifnya untuk kesehatan.

Nah, apabila sumber air adalah air sumur atau air keran, Anda memang dianjurkan untuk merebusnya terlebih dulu, namun tetap harus mengetahui cara yang tepat.

Merebus air dapat memusnahkan sebagian besar kuman yang ada. Tapi di sisi lain, perebusan ini bisa meningkatkan kandungan fluorida yang terkandung dalam air. 

Anda juga perlu tahu bahwa tidak semua jenis kuman dalam air bisa mati walaupun air telah direbus dengan suhu 100 derajat Celsius.

Itulah penjelasan mengenai aturan merebus air mineral. Jika air mineral kemasan tersebut sudah dapat izin dari BPOM dan SNI, Anda tak perlu merebusnya lagi. 

Apabila Anda tetap ingin merebusnya, tidak masalah karena tidak memiliki efek buruk untuk kesehatan.

Dapatkan informasi kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam.

[RS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.