Situs Netizen No.1 di Indonesia
Berita  

Bayi Kembar Siam Zaina-Zahira Sukses Dipisah: 30 Dokter Selama 3 Jam

Jakarta, CNN Indonesia

Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah berhasil memisahkan bayi kembar siam dalam operasi yang berlangsung pada Rabu (25/5). Operasi pemisahan bayi bernama Queenesha Zahira dan Queenetha Zaina itu melibatkan sedikitnya 30 dokter spesialis.

“Alhamdulillah berhasil dipisahkan,” kata Ketua Tim Kembar Siam RSHS Dikki Drajat Kusmayadi kepada wartawan, Rabu (25/5).

Operasi pemisahan bayi berusia 11 bulan ini diketahui memakan waktu 3 jam 17 menit yang dimulai pukul 10.14 WIB hingga 13.31 WIB.


Dikki menjelaskan usai operasi pemisahan kembar siam dempet dada dan perut ini dalam keadaan stabil. Saat ini tim dokter RSHS masih melakukan tahap akhir operasi.

“Operasi dimulai pukul 10.14 berakhir pukul 13.31 selama 3 jam 17 menit dan berhasil pasien dalam keadaan stabil dan sekarang proses penyelesaian penutupan pasca operasi,” ujarnya.

Bayi kembar siam tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Operasi pemisahan bayi kembar siam ini di lakukan di RSHS oleh Tim Kembar Siam RSHS.

Dikki mengatakan, kembar siam Zahira dan Zaina termasuk kepada Conjoined twin thoracoompalophagus, yakni kembar siam yang menempel bada bagian dada dan perut.

“Agak kesulitan saat memisahkan liver, serta selaput jantung yang menempel, namun Alhamdulillah bisa dilakukan. Pada penutupan kulit cukup untuk ditutup. Dinding dada juga memerlukan sedikit alat penambal karena terbuka, tetapi Alhamdulilah bisa dilapisi dengan alat tersebut dan tertutup dengan baik,” tutur Dikki.

Lebih lanjut Dikki menjelaskan, masing-masing organ bayi normal. Liver dempet, tetapi masing-masing liver mempunyai sistem saluran empedu dan darah masing-masing. Ada juga pembuluh darah yang menyambung, tetapi bisa dipisahkan.

Setelah operasi ini diharapkan tidak ada operasi lanjutan, tetapi tim dokter akan mengobservasi perkembangannya.

“Karena kan kita memakai alat penambal yang dipasang di tubuh bayi, yang mungkin asing bagi tubuhnya, nah ke depan akan diobservasi respons dari tubuhnya, semoga baik,” ucapnya.

Kondisi Bayi Stabil

Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung M. Kamaruzzaman menyampaikan operasi berjalan dengan lancar.

Setelah menjalani operasi selama kurang lebih 3 jam 17 menit sejak dimulai insisi, organ-organ tubuh bayi berhasil dipisahkan pada pukul 13.31 dan membutuhkan waktu 3-4 jam untuk melanjutkan proses operasi hingga selesai.

“Kondisi bayi saat menjalani operasi cukup stabil,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kembar Siam Fiva Aprilia Kadi memaparkan operasi berjalan lancar. Namun ada sedikit kendala detak jantung pada salah satu bayi, tetapi berhasil teratasi dengan baik dan setelah terpisah kondisi kedua bayi stabil.

“Paska operasi bayi diobservasi antara 7-10 hari, mudah-mudahan lebih cepat jika penyembuhan lukanya lebih baik,” ucapnya.

Bayi Zaina- Zahira merupakan anak kedua dan ketiga dari pasangan Evi Susanti dan Abdul Muslih. Pasangan tersebut berasal dari Kabupaten Sukabumi yang lahir pada 28 Juni di RSHS.

Kedua bayi perempuan ini menjalani operasi pada usia 11 bulan. Orang tua bayi mengetahui kondisi kembar siam saat dalam kandungan empat bulan dan dirujuk untuk berkonsultasi dengan dokter RSHS sampai lahir, menjalani perawatan hingga operasi pemisahan.

(hyg/DAL)

[Gambas:Video CNN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.