Situs Netizen No.1 di Indonesia

Bahaya Kepala Terbentur dan Penanganan Pertamanya

Kepala terbentur merupakan kondisi traumatic brain injury (TBI). Cedera kepala traumatik ini biasanya disebabkan oleh adanya pukulan atau sentakan terhadap kepala atau tubuh.

Suatu objek yang menembus jaringan otak, seperti peluru atau bagian tengkorak yang retak, juga dapat memicu cedera di kepala.

Cedera kepala ringan dapat memengaruhi sel otak secara sementara. Sedangkan cedera kepala sedang bisa menyebabkan memar, jaringan otak yang robek, perdarahan, serta kerusakan terhadap otak.

Adanya trauma terhadap otak dapat berujung komplikasi jangka panjang, bahkan menimbulkan kematian.

Penanganan pertama kepala terbentur tidak boleh asal-asalan, karena bisa saja cedera yang dialami tingkat keparahannya berat. Lalu, bagaimana cara mengobati sakit kepala akibat benturan yang dapat kita lakukan? 

Bahaya Kepala Terbentur

Derajat keparahan cedera kepala traumatik atau disebut juga dengan gegar otak, dapat bersifat ringan, sedang, maupun berat.

Cedera kepala ringan dapat menimbulkan gejala berupa perubahan status mental atau kesadaran seseorang.

Sementara itu, cedera kepala berat dapat menyebabkan seseorang tidak sadar selama beberapa lama, bahkan hingga amnesia

Artikel Lainnya: Waspadai, Penyebab Anak Suka Membenturkan Kepala

Baik cedera kepala yang berdampak jangka pendek maupun panjang dapat menimbulkan gejala yang luas dan memengaruhi beberapa hal, seperti: 

  • Proses berpikir (seperti memori dan proses pertimbangan).
  • Sensasi (seperti penglihatan dan keseimbangan).
  • Bahasa (seperti komunikasi, ekspresi, dan pemahaman).
  • Emosi (seperti depresi, kecemasan, perubahan kepribadian, keagresifan, dan ketidaktepatan dalam berperilaku sosial).

Selain itu, benturan pada kepala dapat memicu cedera otak yang berpotensi menimbulkan epilepsi.

Ada juga peningkatan risiko kondisi lain, seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, serta gangguan pada otak lainnya. Sekitar 75 persen cedera otak traumatik setiap tahunnya hanyalah gegar otak ringan.

Lebih lanjut, kepala terbentur yang terjadi secara berulang dalam periode waktu yang lama dapat menyebabkan kelainan pada sistem saraf serta proses berpikir secara kumulatif. 

Sementara, cedera otak yang berulang dalam periode waktu pendek (dengan jeda beberapa jam, hari, maupun minggu) dapat berakibat fatal.

Cara Mengatasi Kepala Terbentur

Apa saja pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan saat kepala terbentur?

Saat kepala terbentur, pada umumnya orang tersebut akan mengalami cedera otak atau gegar otak ringan. Tentu saja kondisi ini tidak membutuhkan penanganan berlebihan.

Beberapa penanganan pertama kepala terbentur yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Observasi Keadaan

Lihat keadaan pasien secara sederhana. Jika pasien masih sadar, Anda bisa nilai pernapasan (lihat lajunya, apakah sesak atau cepat) dan sirkulasi darah (amati apakah ada perdarahan atau terlihat pucat).

Selain itu, amati juga kesadaran pasien. Apakah sadar penuh atau terlihat bingung atau malah tidak sadar sama sekali. 

Artikel Lainnya: Kepala Kesemutan, Pertanda Apa?

2. Stabilkan Posisi Kepala

Setelah terjadi trauma kepala, sebaiknya posisikan kepala dan leher sejajar garis lurus. Hal ini wajib dilakukan, terutama jika korban tidak sadarkan diri.

Jika memungkinkan, gunakan collar neck untuk mencegah adanya pergerakan leher pada pasien.

3. Lakukan Penekanan Bila Ada Perdarahan

Bila kepala terbentur keras sehingga mengakibatkan perdarahan, Anda dapat melakukan penekanan. 

Pertama-tama. amati seluruh tubuh korban dan identifikasi ada atau tidaknya luka terbuka yang menyebabkan perdarahan.

Jika ditemukan adanya sumber perdarahan, lakukan penekanan pada luka menggunakan kain. Tentunya dengan tidak menggerakkan tubuh korban. 

4. Tutup Luka pada Bagian Kepala

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah posisi luka. Jika Anda mencurigai terjadi patah tulang pada bagian kepala, hindari penekanan bila ada luka terbuka.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Tutuplah luka dengan pembalut luka yang bersih agar tidak terjadi infeksi.

5. Kompres Dingin

Selain hal-hal di atas, Anda juga bisa melakukan kompres. Berikan kompres dingin selama 10-15 menit setiap kali kompres.

Sebaiknya Anda lakukan kompres dalam 48 jam pertama setelah kepala terbentur. 

Artikel Lainnya: Jangan Sepelekan Sakit Kepala Bagian Belakang, Kenali Penyebabnya!

6. Jangan Lepaskan Benda Apa pun yang Menancap

Apabila Anda melihat ada benda tajam yang menancap di kepala, hindari untuk menariknya. Jika Anda melepaskannya, hal itu justru dapat berisiko menimbulkan perdarahan.

Jadi, sebaiknya segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.

7. Konsumsi Obat Antinyeri Bila Perlu

Jika nyeri kepala dirasakan parah, konsumsi obat antinyeri untuk meredakan sakit kepala apabila perlu. Obat-obat yang bisa digunakan, yaitu paracetamol dan ibuprofen.

Namun, tetaplah observasi nyeri kepala. Apabila kondisi tidak membaik, maka segera minta pertolongan medis.

Perlu diingat, seseorang dengan cedera otak ringan membutuhkan pengamatan intensif di rumah untuk memantau apakah kondisi tersebut makin memburuk atau tidak.

Selain itu, amati beberapa gejala bahaya untuk menentukan perlunya penanganan lebih lanjut, seperti:

  • Salah satu pupil mata lebih besar dibandingkan yang lainnya.
  • Rasa kantuk berlebihan dan tidak mampu untuk bangun dari tidur.
  • Nyeri kepala yang semakin parah dan tidak mereda.
  • Bicara tidak jelas, lemah, rasa baal atau koordinasi yang berkurang.
  • Mual dan muntah berulang.
  • Kejang.
  • Rasa kebingungan yang berlebih, tidak dapat diam.
  • Hilang kesadaran.

Sekarang Anda sudah tahu, ‘kan, bagaimana cara mengatasi kepala yang terbentur?  Apabila Anda atau orang terdekat mengalami benturan pada kepala, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan medis.

Anda juga bisa menggunakan fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk tanya jawab gratis dengan dokter terkait kondisi yang dialami.

[WA]

Referensi

NHS. Head Injury and Concussion. 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.