Situs Netizen No.1 di Indonesia
Berita  

Awas Denda! Begini Cara Mudah Cek Tunggakan BPJS Kesehatan

Jakarta, CNBC Indonesia – Belum lama ini pemerintah telah mengatur denda bagi peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar dengan tepat waktu. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan.

Tidak tanggung-tanggung, denda yang diberikan bisa mencapai Rp 30 juta, atau 5% dari perkiraan khususnya untuk biaya paket penyakit yang diderita peserta (INA-CBGs).

Kendati demikian, denda tidak akan berlaku bagi peserta yang belum pernah menerima layanan rawat. Denda hanya berlaku bagi peserta yang saat diberhentikan kepesertaannya secara sementara, sempat menerima layanan rawat inap, dan dalam 45 hari aktif kembali atau setelah membayar iuran, kepesertaannya aktif kembali.


Denda akan diberikan apabila peserta tersebut telah menunggak hingga 12 bulan. Setelah itu, denda akan diakumulasi dan dikenakan ke peserta.

Meski demikian, tarif denda 5% atau hingga Rp 30 juta hanya berlaku untuk peserta Non-Penerima Bantuan Iuran (PBI), peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), dan Bukan Pekerja (BP).

“Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yaitu sebesar 5% dari perkiraan biaya paket Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs) berdasarkan diagnosa dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak dengan ketentuan: a) jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan; dan b) besar denda paling tinggi Rp 30.000.000,” terang ayat 6 pasal 42, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (18/4/2022).

Kemudian, bagaimana dengan peserta yang menunggak dan belum pernah menerima layanan rawat inap?

Bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak pembayaran iuran akan diberhentikan kepesertaannya sementara waktu.

“Dalam hal Peserta dan/atau Pemberi Kerja tidak membayar iuran sampai dengan akhir bulan berjalan maka penjaminan Peserta diberhentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya,” tulis ayat 1 pasal 42 perpres tersebut.

Apabila ingin mengaktifkan kembali kepesertaan di BPJS Kesehatan, maka peserta wajib membayarkan iuran yang mengalami tunggakan. Pembayaran Iuran tertunggak ini dapat dibayar oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta.

“Untuk mempertahankan status kepesertaan aktif, Peserta wajib melunasi sisa Iuran bulan yang masih tertunggak sebagaimana dimaksud pada ayat (3a) huruf c seluruhnya paling lambat pada tahun 2021,” jelas ayat 3b pasal 42.

Cara mengecek BPJS Kesehatan

1. Website

Dengan cara ini dapat mengakses melalui bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/. Setelah itu pilih menu ‘Cek Iuran BPJS Kesehatan’ yang ada di bagian kanan.

Selanjutnya masukkan data dari 13 digit nomor kartu, tanggal lahir serta angka validasi yang ada di dalam gambar situs.

Peserta akan dipandu secara berurutan saat mengakses. Klik tombol cek dan data akan tampil dalam layar website.

2. Aplikasi

BPJS juga menyediakan aplikasi Mobile JKN, yang dapat diunduh di Play Store dan AppStore. Setelah itu login untuk masuk ke akun dengan mengisi form.

Setelah masuk, klik menu Tagihan, dan untuk melihat rincian tagihan dapat menekan Premi.

Cara ini untuk mengetahui apakah tagihan BPJS sudah dibayar atau belum serta jumlah tunggakan apabila tidak membayar dengan rutin.

3. SMS

Selain melalui aplikasi dan website, pengecekan juga dapat dilakukan melalui SMS. Masyarakat hany perlu mengetik pesan pada nomor 0877-7550-0400.

Untuk mengecek melalui SMS menggunakan format: TAGIHAN Nomor Kartu BPJS Kesehatan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Seputar Penghapusan Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan dan Tarifnya!


(hoi/hoi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.