Situs Netizen No.1 di Indonesia

Apple iPhone paling rentan diretas saat dimatikan

Banyak orang yang beranggapan bahwa iPhone adalah salah satu perangkat ponsel yang aman. Meski ini memang benar, perangkat ini paling rentan diretas saat dimatikan.

Meski iPhone biasanya dilihat sebagai salah satu ponsel yang lebih aman di pasar oleh banyak konsumen, tampaknya perangkat dari Apple ini masih cukup rentan terhadap peretasan. Hal ini tampaknya sudah dibuktikan, terutama ketika perangkat sedang dimatikan.

Menurut laporan penelitian dari Technical University of Darmstadt, iPhone adalah yang paling rentan terhadap peretas ketika dimatikan. Alasan utama untuk ini adalah karena cara menangani berbagai teknologi jaringan nirkabel.

Dilansir dari Gizmochina (25/5), saat iPhone dimatikan, sebagian besar chip nirkabel, seperti Bluetooth, NFC (Near Field Communications), dan UWB (Ultra Wideband) masih berjalan hingga 24 jam. Meski demikian, ini bukanlah bug dan juga memiliki tujuan penting.

Apple menawarkan fungsi jaringan Find My pada produk mereka, yang membantu menemukan produk pemilik Apple saat hilang atau bahkan mungkin dicuri. Ini juga memungkinkan pengguna tetap memiliki ke beberapa akses seperti kartu kredit, kartu pelajar (student passes), dan kunci digital juga.

Namun sayangnya, fitur tersebut merupakan pisau bermata dua, karena chip nirkabel ini memiliki akses langsung ke elemen keamanan. Dengan kata lain, ini berpotensi dimanfaatkan oleh peretas untuk memasang malware di iPhone bahkan saat sistem iOS tidak berjalan.

Chip nirkabel tersebut tetap aktif dalam Low Power Mode (LPM). Namun, dukungan LPM ini diimplementasikan pada tingkat perangkat keras. Jadi, ini tidak bisa diperbaiki begitu saja melalui update perangkat lunak OTA. Para peneliti melakukan analisis keamanan fitur LPM yang diperkenalkan dengan iOS 15 dan menemukan bahwa firmware Bluetooth LPM dapat dimodifikasi untuk menjalankan malware di iPhone.

Hal tersebut memungkinkan peretas memiliki akses tingkat sistem untuk melacak lokasi seseorang atau menjalankan fitur baru di ponsel mereka. Untungnya, kerentanan ini lebih mudah dilakukan pada iPhone yang sudah di-jailbreak. Meski demikian, celah keamanan tersebut mungkin masih bisa digunakan sebagai spyware untuk mengincar orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.