Situs Netizen No.1 di Indonesia

Apa Beda Nyeri Otot dan Salah Urat?

Istilah salah urat pasti sangat sering Anda dengar dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi, jika Anda gemar berolahraga dan ada kerabat yang mengalami nyeri pada persendian tertentu, pasti kata “salah urat” akan sering terdengar.

Ternyata, salah urat dan nyeri otot merupakan dua kondisi yang berbeda, lho! Meski terkesan sepele, Anda perlu mengetahui perbedaan di antara keduanya. Pasalnya, penanganan nyeri otot dan salah urat berbeda.

Yuk, kenali perbedaan nyeri otot dan salah urat serta penanganan yang sesuai berikut ini!

Artikel Lainnya: Nyeri Sendi dan Nyeri Otot, Apa Bedanya?

Kenali Dulu Beda Otot dan Urat

Istilah urat bisa digunakan untuk beberapa hal. Beberapa orang menyebut pembuluh darah yang terlihat di permukaan kulit sebagai urat.

Penyebab salah urat sering kali berhubungan dengan cedera olahraga atau kecelakaan sehari-hari, misalnya keseleo atau terkilir. Keluhannya adalah nyeri pada persendian dan dapat berlangsung lama.

Berbeda dengan salah urat, nyeri otot merupakan gangguan otot berupa kram otot. Biasanya disebabkan oleh kesalahan posisi tidur, serta kondisi otot yang meregang secara berlebihan. Sensasi yang dirasakan adalah nyeri yang menusuk, dan biasanya terjadi di daerah tendon.

Artikel Lainnya: Badan Sering Pegal, Apa Penyebabnya?

Tendon merupakan bagian dari otot yang memiliki konsistensi lebih keras. Bagian inilah yang sering terkena nyeri.

Tendon adalah penghubung antara otot dengan tulang. Jadi, hampir di setiap persendian terdapat tendon. Contohnya seperti di pergelangan kaki, yakni penghubung antara otot betis dan tulang telapak kaki yang merupakan tendon achilles.

Berbeda dengan salah urat, kondisi nyeri otot ini bersifat temporer atau bisa menghilang dalam beberapa hari.

Karena penyebab nyeri otot biasanya berkaitan dengan olahraga, sebaiknya Anda tidak melewatkan pemanasan dan pendinginan. Pastikan juga Anda telah melakukan gerakan olahraga dengan benar serta mencukupi kebutuhan cairan setiap harinya.

Membedakan Sumber Nyeri

Lalu bagaimana mengetahui perbedaan antara nyeri otot dan salah urat? Ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk membedakan sumber nyeri, yakni sebagai berikut:

1. Ketahui Penyebabnya

Anda harus mengetahui dahulu apa penyebab dari nyeri yang dialami. Apakah karena benturan, terjatuh, atau sendi yang terpuntir seperti pada kasus keseleo? Jika Anda terjatuh, kemungkinan besar Anda mengalami salah urat.

Artikel Lainnya: Tips Meredakan Nyeri Otot Setelah Berolahraga

2. Pastikan Apakah Berhubungan dengan Olahraga atau Tidak

Pada kasus benturan karena olahraga, maka nyeri yang ada bisa berasal dari otot, mengingat otot memiliki luas permukaan yang luas sehingga memudahkan terbentur. 

Jika sendi terpuntir pada kasus keseleo, maka kemungkinan besar yang mengalami cedera adalah bagian urat dalam ligamen. Otot tendon juga bisa menjadi sumber nyeri ketika Anda berolahraga terlalu berlebihan.

3. Perhatikan Karakteristik Rasa Nyeri

Karakteristik nyeri juga bisa digunakan untuk membedakan sumbernya. Nyeri otot biasanya terasa kaku atau kram, atau bisa juga terasa berat setelah melakukan kegiatan tertentu.

Sementara, pada salah urat terasa seperti menusuk, bisa terjadi bengkak dan kemerahan, serta sulit digerakkan.

Bedakah Cara Mengatasinya?

Karena sumber masalahnya berbeda, maka masing-masing memiliki cara tersendiri untuk ditangani.

Penanganan nyeri otot biasanya tidak butuh penanganan medis. Anda hanya butuh mengistirahatkan bagian yang nyeri dan menghindari olahraga berat yang melibatkan otot yang nyeri tersebut. Anda juga bisa melakukan pemijatan dan peregangan, atau mengompres otot tersebut.

Artikel Lainnya: Posisi Bersepeda yang Baik Cegah Nyeri Otot

Sementara itu, pada salah urat, pemijatan atau pemberian obat yang panas seperti koyo atau balsam tidak disarankan. Hal ini akan menyebabkan peradangan semakin hebat.

Ada prosedur penolongan pertama yang telah ditetapkan dalam menangani salah urat. Metode ini dinamakan PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation). Penanganan ini dilakukan secepat mungkin setelah terjadinya cedera. Apa saja penjelasan dari tiap komponen?

  • Protection: Jangan sampai sendi yang cedera mengalami cedera berulang, bawa orang yang mengalami salah urat ke tempat yang aman.
  • Rest: istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera.
  • Ice: Kompres bagian yang cedera dengan es batu dalam kantong. Lakukan selama kurang lebih 15 menit, diulang tiap 2-4 jam. 
  • Compression: Gunakan elastic bandage untuk melekatkan kantong es batu ke area yang cedera. Jangan sampai dibebat terlalu kencang karena malah akan menyebabkan gangguan sirkulasi darah. Setelah es batu sudah tidak digunakan pun pembebatan harus terus dilakukan selama 24 jam pertama sesudah cedera terjadi.
  • Elevation: Bagian yang mengalami cedera diangkat 15–25 sentimeter di atas ketinggian jantung. Elevasi sebaiknya dilakukan sampai bengkak menghilang.

Dari penjelasan di atas, Anda dapat mengetahui perbedaan nyeri otot dan salah urat. Hal ini penting untuk dipahami karena pilihan terapi untuk keduanya pun berbeda. 

Jadi, jika Anda mengalami cedera, berkonsultasilah dengan dokter agar diberikan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya. Anda bisa memanfaatkan layanan Live Chat 24 jam di KlikDokter. 

[WA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.